Mimpi Buruk Juru Bahasa

Semua pekerjaan memiliki tantangan tersendiri. Nah, sebagai juru bahasa, saya pernah mengalami hal-hal berikut ini ketika sedang bertugas. Apa saja, sih?

Pembicara yang bicara terlalu cepat

Ini yang paling sering saya temui saat bekerja. Baik dalam moda simultan maupun konsekutif, hal ini sangat mengganggu kelancaran kerja. Entah itu karena si pembicara tidak tahu bahwa yang ia ucapkan langsung diterjemahkan oleh juru bahasa, atau ia memang lupa akan hal ini. Ketika ini terjadi, saya sedapat mungkin berusaha untuk merangkum hal-hal yang penting saja dari semua yang disampaikan si pembicara. Selain itu, saya akan berusaha mencatat poin-poin utamanya, seperti nama tempat, orang, tanggal, angka penting, atau istilah penting yang disebutkan.

Aksen pembicara yang sulit ditangkap

Ini biasanya saya temui ketika harus menerjemahkan dari bahasa Inggris ke Indonesia. Aksen pembicara membuat pengucapan mereka terkadang sulit saya pahami, misalnya pembicara asal Singapura, Vietnam, atau India, yang menggunakan bahasa Inggris. Saya biasanya mengandalkan informasi dari materi presentasi yang digunakan si pembicara. Kalau tidak mendapat materi sebelum bekerja? Yaaa, andalkan fokus dan kecakapan sebagai juru bahasa profesional semaksimal mungkin untuk menyampaikan makna supaya tidak terjadi kesalahan 😉 Di saat seperti ini, kemampuan multitasking dengan menerjemah sambil melakukan riset kecil di Internet sangat membantu. Hehehe.

Pokok pembicaraan yang ngalor-ngidul

Saya juga kerap menerjemahkan presentasi atau pidato yang isinya kurang jelas, atau isinya pendek saja, tapi disertai dengan selingan yang tidak ada hubungannya dengan inti pokok pembicaraan. Bahkan ada yang hanya mengulang poin yang sama beberapa kali. Bagaimana saya menyiasatinya? Saya akan dengarkan dan sampaikan ke peserta bahwa si pembicara hanya mengulang topik sebelumnya. Namun, poin lain atau informasi penting yang disampaikan akan tetap saya sampaikan juga.

Terkadang, peserta terlihat bingung karena si pembicara bicara panjang lebar, tapi terjemahannya singkat. Hahaha! Di sinilah tugas juru bahasa sangat diperlukan untuk mengatasi kebingungan tadi.

Alat SIS yang tiba-tiba ngadat

Kalau yang satu ini, biasanya tidak bisa diduga terjadinya. Terkadang, receiver yang digunakan peserta tiba-tiba mati karena baterainya habis. Ada pula gangguan penerimaan audio di receiver peserta karena masalah sinyal pada transmitter SIS, dan banyak kendala teknis lainnya. Jika ini yang terjadi, biasanya bisa terselamatkan oleh teknisi SIS yang sigap dan cepat tanggap. Namun, kalau memang butuh waktu lama untuk memperbaikinya, maka juru bahasa harus siap menerjemah secara konsekutif sementara perbaikan dilakukan oleh teknisi. Fiuhhh…

Lupa menyalakan mikrofon di konsol SIS

Saya pernah lupa memencet tombol mic di konsol SIS. Walhasil, peserta kebingungan dan melambai-lambaikan tangan ke arah saya dan rekan di dalam booth. Rupanya mereka tidak mendengar apa-apa karena saya keburu cuap-cuap tanpa memencet tombol mic lebih dulu. Waduuuh, malunya…

Suasana sekitar booth atau tempat duduk juru bahasa

Pada beberapa kesempatan, saya bekerja tanpa booth. Jadi, saya dan rekan duduk di bagian belakang ruangan sambil menerjemah. Di sinilah kadang terjadi masalah. Konsentrasi kerja kerap terganggu oleh banyaknya orang yang lalu-lalang. Kadang ada juga beberapa peserta atau anggota panitia penyelenggara yang berada di dekat meja juru bahasa dan asyik mengobrol dengan suara yang cukup keras 😦 Kesabaran dan kemampuan fokus sangat diuji dalam situasi seperti ini. Belum lagi ketika ada orang yang menghampiri meja juru bahasa untuk meminta materi presentasi (ya, kami kerap disangka anggota panitia, hehehe) atau mau mengisi daya ponsel mereka di stopkontak dekat meja kami.

Peserta: “Mbak, mbak, saya numpang ngecas HP ya di sini.”

Juru Bahasa: …………………………………………………………………………………

Ya, di saat seperti itu biasanya rekan kerja atau saya yang sedang mendapat giliran kerja akan otomatis mendelik (hahaha!). Belum dijawab pun, mereka akan langsung ke bawah meja mencari stopkontak. Bagaimana mau menjawab, wong sedang fokus bekerja, hehehe.

Terkadang juru bahasa juga suka terbawa suasana saat bekerja. Saking asyiknya menerjemah, sampai lupa kalau sedang tidak berada di dalam booth dan suara saya bisa terdengar sangat jelas, bahkan terlalu keras! Untunglah saya belum pernah ditegur pihak penyelenggara atau peserta karena suara yang terlalu keras. Saya sudah tersadar ketika volume suara saya mulai lebih tinggi dari biasanya. Hm, atau ini karena saya memang tidak biasa berbicara keras-keras? 😀

Itulah beberapa pengalaman saya yang terkadang membuat juru bahasa seolah mengalami mimpi buruk saat bekerja 😀 Kalau kamu juga berprofesi sebagai juru bahasa, apa saja pengalamanmu yang berpengaruh pada kelancaran kerjamu? Nah, bila kamu pernah menjadi peserta acara dwibahasa atau multibahasa dan pernah menggunakan alat SIS selama acara, apa saja menurutmu kelebihan dan kekurangan para juru bahasa? Bagikan di bagian komentar, ya 😉

Selain mimpi buruk, tentu juga ada kebahagiaan luar biasa yang menyertai profesi ini. Apa saja? Simak di tulisan saya minggu depan, ya.

English-to-Indonesian-certified-translator-and-conference-interpreter-Desi Mandarini

Hi, I’m Desi! I’m an HPI-certified English<>Indonesian translator and professional conference interpreter. I’m into books, writing, movies, and learning foreign languages. I write on my blog and produce podcast “Being A Translator: A Podcast by Desi Mandarini“. I’m a member of Association of Indonesian Translators (HPI) and Association of Indonesian Conference Interpreters (AICI). Follow me on Instagram, Twitter, Facebook, and LinkedIn.  Questions or comments? Send me an email to hello@desimandarini.com, or contact me through any of my social media accounts.

2 thoughts on “Mimpi Buruk Juru Bahasa

  1. Saya suka banget mengikuti artikel-artikel Ms. Desi Dan Sgt brharap Punya Kemampuan sperti beliau. Artikel yg ini berkesan sekali bg sy, sampai2 trpikir alangkah senang rasanya jika ms.desi bs menshare video *intrepreter in action” trima kasih bnyak ms.desi atas sharing2 ya slm ini.

    Like

    1. Terima kasih sudah membaca tulisan saya, Andri. Kalau mengunggah video, lain kali saya coba, ya. Saya tidak bisa unggah sembarangan karena kebanyakan acara tempat saya bekerja merahasiakan informasi mereka. Salam sukses! 😉

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.