Kiat Mengatasi Kelelahan Mental (Burnout) bagi Pekerja Lepas

Siapa bilang penerjemah dan juru bahasa lepas tidak pernah merasakan kelelahan mental, lesu, kehilangan harapan, atau dalam bahasa kerennya disebut burnout? Saya sih pernah merasakannya, hehehe. Biasanya ini terjadi ketika saya terlalu sibuk dengan pekerjaan dan lalai akan kebutuhan tubuh untuk istirahat.

Berikut ini adalah beberapa kiat yang saya kumpulkan berdasarkan pengalaman pribadi dan sudah terbukti manjur, setidaknya bagi saya sendiri 🙂

ISTIRAHAT

Klise, ya? Tapi memang inilah kiat utama yang paling ampuh. Kelelahan dan rasa lesu di dalam diri muncul karena kurang waktu untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh. Setiap hari pekerjaan dan tanggung jawab yang kamu pikul pasti beragam dan terkadang tiada habisnya. Demi memuaskan orang lain (karena merasa tidak enak menolak), kamu menerima semua tawaran dan ajakan dari teman, tetangga, kolega, atau anggota keluarga. Ketika pikiran sudah terlalu penuh dan tidak bisa digunakan untuk berpikir dengan jernih, di saat itulah kamu merasa lesu, tidak bersemangat, bahkan bingung bagaimana harus memulai hari dan menyelesaikan semua tugas. Istirahatlah selama 15 atau 30 menit, kalau perlu satu jam. Jika pikiran masih terasa penat, istirahatlah selama satu atau dua hari dari pekerjaan.

Bagi saya, kelelahan dan rasa lesu ini muncul biasanya ketika sedang mengerjakan proyek terjemahan atau penyuntingan dalam volume besar. Meskipun tenggatnya masuk akal, terkadang ada saja selingan yang mengganggu seperti urusan administrasi pekerjaan yang harus diselesaikan atau anggota keluarga dan teman yang meminta bantuan. Di saat seperti inilah saya harus pandai-pandai mengelola waktu.

CARI SUASANA BARU

Situasi dan tempat kerja yang itu-itu saja juga bisa membuat bosan dan lelah, lo. Keluarlah dari rumah atau ruang kerja. Berjalan-jalan di lingkungan sekitar rumah, membeli minuman atau makanan kesukaan, dan nongkrong sebentar di kedai kopi favorit juga bisa mengatasi kelesuan dan pikiran yang mumet. Eh, jangan sampai kamu tambah mumet karena harus membayar tagihan yang mahal untuk belanjamu yaaa. Kalau memang keuangan tidak memungkinkan atau kamu sedang berhemat untuk tidak makan atau sekadar ngopi di luar, pergilah ke taman terdekat, perpustakaan, atau ruang publik lainnya.

Percayalah, cara ini sangat ampuh mengatasi kelesuan pikiran. Matamu bisa menikmati pemandangan baru dan menyegarkan. Usahakan jangan ke pusat perbelanjaan yang sedang banyak diskon, ya. Nanti malah tambah pusing dengan segala tawaran diskon dan barang menarik, hahaha! (Ini juga pengalaman pribadi)

OLAHRAGA

Kamu tidak harus pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga. Berlari dari kenyataan di sekitar komplek perumahan atau lapangan olahraga umum saja sudah cukup, Bila tidak punya waktu atau lokasi lapangan terlalu jauh, cukup lakukan gerakan-gerakan olahraga sederhana di rumah. Manfaatkan ponsel pintar untuk mencari video latihan yoga sederhana, atau gerakan peregangan yang bisa dilakukan dari rumah. Saya biasanya berjalan cepat atau berlari kecil di pagi hari untuk membuat diri bersemangat dan lebih sehat tiap hari.

Olahraga membantu pikiran menjadi lebih jernih dan tenang. Bergerak juga bisa membuatmu lebih bahagia. Menurut penelitian, ini karena tubuh menghasilkan hormon endorfin yang membuatmu merasa bahagia dan mengurangi produksi hormon kortisol pemicu stres. Siap berolahraga untuk mengusir kelesuan?

BERTEMU TEMAN ATAU BERSOSIALISASI

Selain olahraga, berkumpul bersama teman juga bisa mengatasi kelelahan mental. Tapi, jangan bertemu hanya untuk bergosip 🙂 Bincangkan hal-hal seru dan lucu agar kamu bisa tertawa sejenak. Setelah itu, kamu pasti merasa lebih bahagia dan segar. Siapa tahu juga mendapat traktiran dari teman, hehehe.

MENULIS DI JURNAL PRIBADI

Sejak berabad-abad lalu, mencurahkan pikiran dengan menulis sudah terbukti ampuh untuk mengusir stres dan memperbaiki kondisi mental. Menurut artikel ini, menulis di jurnal pribadi dapat mengurangi beban mental, depresi, bahkan membantumu lebih sukses dalam hidup. Kebiasaan menulis di jurnal (ketika saya SD biasanya menulis di buku harian :D) sudah dipraktikkan oleh para pengelana Jepang zaman dahulu.

Jadi, saat kamu merasa suntuk dan lelah secara mental, tuliskan semuanya di jurnal pribadi. Alih-alih mengomel di dinding Facebook atau cuitan Twitter, mending dituliskan di jurnal saja. Tulisanmu hanya akan terbaca olehmu, bukan oleh orang dari seluruh penjuru Indonesia dan dunia. Ya, setidaknya kamu tidak akan menambah beban stres ke orang lain yang membaca status panjang lebarmu tentang tekanan hidup yang kamu alami, hehehe.

KESIMPULAN

Harap diingat, tidak semua orang sama dan penyebab serta kadar kelelahan mental berbeda. Jadi, jika kamu mencoba semua kiat saya di atas tapi tetap tidak merasakan perubahan, ada baiknya kamu mengunjungi tenaga profesional kesehatan. Jangan biarkan kelelahan berlarut-larut karena bisa merugikan dirimu sendiri. Mintalah bantuan sebelum keadaanmu memburuk.

Itulah beberapa kiat pribadi saya untuk mengatasi kelelahan mental. Apakah kamu punya kiat lain? Atau sudah mencoba semua kiat di atas saat merasa lelah secara mental?

English-to-Indonesian-certified-translator-and-conference-interpreter-Desi Mandarini

Hi, I’m Desi! I’m an HPI-certified English<>Indonesian translator and professional conference interpreter. I’m into books, writing, movies, and learning foreign languages. I write on my blog and produce podcast “Being A Translator: A Podcast by Desi Mandarini“. I’m a member of Association of Indonesian Translators (HPI) and Association of Indonesian Conference Interpreters (AICI). Follow me on Instagram, Twitter, Facebook, and LinkedIn.  Questions or comments? Send me an email to hello@desimandarini.com, or contact me through any of my social media accounts.

2 thoughts on “Kiat Mengatasi Kelelahan Mental (Burnout) bagi Pekerja Lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.