Tips: Mengatur Waktu dan Bekerja Secara Efektif

Sebagai penerjemah lepas purnawaktu, saya bisa bekerja dari mana saja dan kapan pun sesuai keperluan. Saya tidak terikat oleh jam kerja resmi mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore seperti pekerja kantoran, alias bebas merdeka. Mau bekerja dari kamar tidur, meja dapur, atau sofa ruang tamu juga tidak masalah. Terdengar menyenangkan ya? Namun, kenyataannya tidak seindah itu. Ada saja hal yang dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran kerja.

Coba saja bayangkan hal ini: saya sedang fokus mengerjakan terjemahan di laptop ketika ibu saya menghampiri dan memulai obrolan, hahaha. Tentu saja beliau tidak menyadari kalau saya sedang bekerja. Beliau hanya tahu kalau saya sedang duduk di depan laptop dan berpikir anaknya sedang asyik menelusuri internet untuk berbelanja di toko online atau membaca situs gosip. Ya, memang sih, saya terkadang melakukan itu saat sedang istirahat 🙂 Apa yang terjadi kemudian? Saya kehilangan fokus dan alur berpikir, lalu harus memulai semua yang sedang saya kerjakan dari awal.

Itu hanya satu contoh situasi yang kerap saya temui. Terkadang rasa bosan juga melanda, atau waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja malah tersita untuk hal lain. Contohnya? Janji bertemu kolega tapi yang bersangkutan datang terlambat. Atau bahkan merasa sakit di punggung  atau jemari karena terlalu lama duduk dan mengetik di komputer? Nah, untuk mengatasinya, saya melakukan beberapa hal berikut.

1. Membuat jadwal

Bekerja dari rumah sudah merupakan tantangan tersendiri. Bisa dibayangkan bagaimana kacaunya kalau tidak ada jadwal yang jelas untuk menentukan kapan kita harus bekerja dan bersantai atau melakukan pekerjaan rumah. Biasanya saya membuat jadwal untuk seminggu ke depan. Jadi, saya biasanya menuliskan semua rencana dan tenggat pekerjaan yang harus saya penuhi di agenda. Setelah urusan pekerjaan, selanjutnya saya menuliskan rencana pribadi seperti janji temu dan jadwal bersih-bersih. Misalnya, Senin sampai Rabu adalah waktunya menyelesaikan terjemahan A dari klien X. Kamis dan Jumat saya alokasikan untuk menyelesaikan pekerjaan administrasi seperti mengirim invoice ke klien, memperbarui situs web, dan membayar tagihan-tagihan. Kemudian, Sabtu dan Minggu adalah waktunya beres-beres rumah dan melakukan kegiatan pribadi, entah itu mencuci, belanja, membersihkan kamar, atau sekadar menjalani hobi. Dengan begitu, hari-hari saya lebih tertata, waktu yang saya gunakan menjadi lebih efektif, dan semua tugas dapat saya selesaikan.

person holding white stylus
Photo by Jess Watters on Pexels.com

2. Mengikuti jadwal yang sudah dibuat

Setelah susah-payah menyusun jadwal, yang saya lakukan selanjutnya tentu saja menaatinya. Saya akan mengerjakan hal-hal yang sudah direncanakan sesuai jadwal. Satu-satunya pengecualian adalah ketika jatuh sakit atau ada acara keluarga dadakan, ya terpaksa deh tidak bisa mengikuti jadwal. Saya juga tidak lupa memberitahukan jadwal saya kepada anggota keluarga di rumah, jadi mereka tahu kapan saya sedang bekerja atau istirahat dan bisa “diganggu” 😀

time-calendar-saturday-weekend-60032.jpeg
Photo by Pixabay on Pexels.com

3. Meluangkan waktu untuk bersantai atau melakukan hobi

Ini penting untuk menjaga kewarasan saya, hehehe. Siapa yang betah bekerja terus-menerus tanpa ada selingan? Pasti tidak ada. Saya biasanya menyelipkan waktu untuk hobi dan bersantai ini di malam harı atau akhir pekan. Hobi saya adalah membaca, mendengarkan musik, dan menonton film. Membaca kadang saya lakukan di sela-sela istirahat siang atau malam hari. Saya juga berlangganan salah satu layanan streaming film, jadi bisa lebih hemat dengan menonton dari rumah 🙂 Sedangkan hobi mendengarkan musik saya lakukan kapan saja, termasuk saat sedang bekerja. 

selective focus photo of woman reading book
Photo by Min An on Pexels.com

4. Lebih banyak bergerak

Saya sering lupa diri saat bekerja. Keinginan untuk istirahat baru muncul saat punggung atau jemari mulai terasa pegal. Ini tentu tidak bagus untuk kesehatan. Nah, untuk mengatasinya, saya mulai membiasakan untuk beristirahat setiap satu jam saat bekerja untuk berdiri, berjalan sebentar dan melakukan peregangan selama kurang lebih 10-15 menit. Selain bagus untuk menjaga konsentrasi, waktu jeda ini juga baik untuk mengistirahatkan mata saya yang biasanya menghadapi layar komputer sepanjang hari.

5. Mengganti suasana kerja

Pernah merasa bosan bekerja di ruang kerja? Pasti dong. Biasanya saya akan memboyong laptop ke tempat lain selain ruang kerja. Saya bisa saja pindah ke ruang tamu, bahkan ke meja makan di dapur, hehehe. Sayangnya saya bukan tipe orang yang bisa fokus bekerja di keramaian, jadi saya sangat jarang bekerja di kedai kopi atau kafe seperti yang bisa dilakukan oleh orang lain, kecuali terpaksa dan mendesak, misalnya saat listrik mati dan saya perlu koneksi internet dan mengisi daya laptop. Nah, saat itulah kedai kopi dan kafe tempat nongkrong menjadi pilihan.

adult agreement beard beverage
Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Bagaimana dengan teman-teman? Adakah kiat dan tips lain dalam bekerja yang rutin kalian lakukan?

af47a018-f81d-4818-aa24-380eb7b21ffe

Published by

Desi Mandarini

A translator and interpreter who loves music, books, journaling and movies.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DCEONG PROJECT

sharing is one form of caring

TranslationPapers Bali

Accurate and Reliable

Suara Saking Bali

Translator | Interpreter | Editor

Dina's Pensieve

Blog penerjemah besertifikat HPI

Connecting the dots

Everything Will Make Sense

Manistebu.Com

Makin Eksis dengan Literasi dan Buku

%d bloggers like this: