Alat Andalan Saya untuk Bekerja Sebagai Penerjemah & Juru Bahasa Lepas

Selama kurang lebih delapan tahun bekerja sebagai penerjemah dan juru bahasa lepas purnawaktu, saya menyadari bahwa hal-hal berikut ini tidak bisa lepas dari keseharian saya saat bekerja. Tiap orang punya pilihan dan kebiasaan kerja yang berbeda-beda, jadi bisa saja yang saya anggap penting malah tidak terlalu penting bagi penerjemah atau juru bahasa lain. Apa saja hal-hal tersebut? Saya uraikan satu-persatu di bawah ini.

  • Laptop/PC. Sebagai pekerja lepas, laptop adalah andalan dan ‘senjata perang’ utama saya. Di mana pun dan kapan pun saat diperlukan, saya bisa menggunakannya untuk bekerja. Merek laptop bukan hal utama yang harus dipertimbangkan. Bagi saya, laptop harus cukup lebar sehingga mata leluasa membaca teks atau rujukan di internet dan memorinya harus memadai untuk menyimpan dokumen kerja serta mendukung pengoperasian aplikasi dan program tertentu untuk bekerja. Apalagi ketika saya harus membuka banyak jendela peramban bersamaan dengan terjemahan.
  • Planner atau kalender. Mengatur jadwal dan mencatat tenggat waktu penyelesaian terjemahan dan proyek lain adalah hal selanjutnya yang wajib dilakukan. Dulu saya menggunakan kalender meja dan buku catatan untuk menuliskan jadwal dan tenggat. Seiring berjalannya waktu, saya beralih ke metode digital untuk mencatat dan mengatur jadwal. Namun, ketika harus bekerja di luar rumah, baik sebagai juru bahasa atau sedang menghadiri pertemuan profesi, saya terkadang lupa membawa buku catatan. Apalagi kalender, tidak mungkin saya membawa kalender meja ke mana-mana, bukan? Nah, Google Calendar selanjutnya menjadi pilihan saya untuk mencatat jadwal, dan saya menggunakan Google Tasks sebagai pengganti buku untuk mencatat tugas harian dan bulanan serta jadwal kerja. Saya menulis tentang Google Calendar dan Google Tasks di sini.
  • Kamus, PUEBI, dan tesaurus. Hingga saat ini, kamus, PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), dan tesaurus cetak masih merupakan pilihan saya untuk bekerja. Saya hanya menggunakan kamus daring ketika bekerja di luar rumah. Buku cetak tentu saja memakan ruang di dalam tas dan terlalu berat untuk dibawa-bawa 🙂
  • HD eksternal & cloud storage. Hal lain yang tak kalah penting adalah penyimpan dokumen eksternal dan cloud (awan). Saya selalu membiasakan diri mencadangkan semua dokumen dan isi laptop saya ke hard disk eksternal untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada laptop saya tapi saya tetap bisa bekerja dan mengakses semua dokumen saya. Belakangan ini, saya juga menyimpan dokumen penting di cloud. Jadi, ketika sedang bekerja di luar rumah, saya tetap bisa membuka dokumen yang saya perlukan di laptop, tablet, maupun ponsel. Pilihan saya saat ini masih jatuh pada iCloud dan DropBox.
  • CAT Tool. Ketika mengerjakan proyek terjemahan dengan volume kata yang cukup besar, pemberi kerja (agensi atau klien langsung) kerap meminta penerjemah menggunakan CAT Tool pilihan mereka. Ini dimaksudkan untuk menjaga konsistensi terjemahan dan penggunaan istilah. Jika sudah mulai mapan bekerja sebagai penerjemah, penggunaan CAT Tool menjadi satu kebutuhan. Ini sangat membantu kelancaran pekerjaan.
  • Koneksi internet. Di era teknologi saat ini, hampir semua pekerjaan dan hal sehari-hari memerlukan koneksi internet. Begitu pula dengan pekerjaan saya. Bayangkan saja kalau tidak ada koneksi internet untuk mencari rujukan ketika menerjemah, mengunduh dokumen, mencari arti suatu istilah saat sedang bertugas sebagai juru bahasa, atau mengirim dan membalas surel terkait proyek penerjemahan dan lainnya. Saya juga mengelola situs web dan menulis blog, dan keduanya memerlukan koneksi internet. Jelas sudah, koneksi internet merupakan salah satu hal yang wajib dimiliki.
  • Botol air. Apa hubungannya dengan pekerjaan sebagai penerjemah dan juru bahasa? Hahaha, tentu saja ada. Ketika bekerja di rumah, saya selalu meletakkan botol air di meja kerja untuk mengingatkan saya minum air yang cukup. Pekerjaan saya lebih banyak dilakukan sembari duduk, jadi saya harus memastikan kebutuhan air saya tercukupi. Saya juga selalu membawa botol air yang terisi penuh ketika bekerja di luar rumah. You have to stay hydrated at ALL TIME 😉

A dream doesn’t become reality through magic; it takes sweat, determination, and hard work.”

— Colin Powell

Published by

Desi Mandarini

A translator and interpreter who loves music, books, journaling and movies.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DCEONG PROJECT

sharing is one form of caring

TranslationPapers Bali

Accurate and Reliable

Suara Saking Bali

Translator | Interpreter | Editor

Dina's Pensieve

Blog penerjemah besertifikat HPI

Connecting the dots

Everything Will Make Sense

Manistebu.Com

Makin Eksis dengan Literasi dan Buku

%d bloggers like this: