Profil Daring Profesional Penerjemah Lepas

Saat ini, ada begitu banyak media sosial yang dapat digunakan untuk membangun jejaring dan berbagi informasi. Semua kemudahan itu juga sebaiknya dimanfaatkan oleh pekerja lepas, seperti penerjemah dan juru bahasa, untuk membangun jejaring sekaligus memasarkan jasa.

Meski disertai kemudahan dalam berbagai hal, membangun profil daring juga ada aturannya. Jangan membuat profil yang terkesan asal-asalan, apalagi jika profil itu akan digunakan sebagai “perwakilan” seseorang di dunia maya. Sebagai penerjemah dan juru bahasa lepas, saya pun mengandalkan profil daring untuk memasarkan jasa, membangun jejaring, dan berbagi informasi tentang pengalaman kerja dan industri profesi.

Berikut ini adalah beberapa tips yang menurut saya akan membantu pekerja lepas membangun profil daring yang profesional dan menarik, baik bagi calon pemberi kerja maupun rekan sejawat. Ada dua hal utama yang patut dicermati, yaitu apa saja yang BOLEH dan TIDAK BOLEH disertakan dalam profil daring profesional.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Cantumkan Hal-hal Berikut Ini dalam Profil Daring Profesional

Foto diri yang terlihat profesional.

Usahakan menggunakan foto dalam pose netral dan tidak berlebihan sebagai foto profil. Misalnya, foto setengah badan dengan pakaian rapi dan sopan, seperti blus atau kemeja. Latar belakang foto bisa berupa meja kerja atau ruang kerja, atau tempat lain dengan warna yang tak terlalu mencolok. Bolehkah menggunakan foto ketika berlibur? Hm, boleh saja sih, asalkan tetap dengan pakaian yang sopan dan wajah terlihat cukup jelas. Foto di tengah pasar atau jalan yang penuh sesak? Sebaiknya tidak. Ingat ya, kesan pertama sangat menentukan bagi calon klien untuk memutuskan apakah mereka ingin bekerja sama dengan kita atau tidak. Sayang sekali bukan, kalau kamu memiliki segudang pengalaman hebat dan keterampilan bagus sebagai penerjemah, tapi klien memutuskan tidak menghubungimu hanya karena foto yang kurang menunjang citra profesional, hehehe.

Informasi kontak yang jelas.

Jika kamu menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk tujuan promosi jasa, cantumkan informasi kontak yang jelas. Dengan demikian, calon klien akan mudah menghubungimu. Usahakan juga mencantumkan detail kontak untuk media yang paling sering kamu gunakan, seperti alamat surel, messenger, atau telepon. Media sosial untuk keperluan profesional seperti LinkedIn sudah memiliki fitur in-mail untuk langsung mengirim pesan ke orang yang dituju. Selain itu, hampir semua media sosial saat ini juga sudah memiliki fitur berkirim pesan langsung dalam aplikasi. Namun, tidak ada salahnya kamu menyertakan alamat surel. Siapa tahu klien lebih suka berkirim surel 🙂 Jangan lupa, ya, cantumkan alamat surel dan nama pengguna yang profesional, misalnya yang menggunakan nama depan atau nama belakang kita diikuti oleh nama penyedia layanan. Contohnya: desimandarini@surel.com.

Unggahan status, artikel, atau tulisan lainnya dalam ragam bahasa formal.

Calon klien yang belum mengenal kamu akan menilai dari foto dan tulisan kita. Hal ini sangat menentukan peluangmu menjaring klien seperti yang kita inginkan. Tuliskan status atau keterangan foto dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing yang diinginkan. Selain itu, gunakan ragam bahasa formal dan tanda baca serta ejaan yang baik dan benar. Kamu tentunya ingin menciptakan kesan yang baik dan profesional di mata klien yang membaca informasi itu. Kalau kamu menggunakan LinkedIn, kamu juga bisa menuliskan pengalaman kerja dan kualifikasi yang dimiliki. Kamu bahkan bisa memperoleh rekomendasi dari klien yang sudah menggunakan jasa atau rekan dari rekan sejawat di bidang yang sama. LinkedIn berfungsi seperti CV daring dan sangat membantu dalam memperluas jejaring dan menambah peluang mendapat proyek kerja. Jadi, gunakanlah dengan baik dan semestinya.

Informasi tentang organisasi profesi dan pengembangan profesi.

Ketika membuat profil daring untuk tujuan pemasaran jasa, ada baiknya juga menyertakan informasi atau tautan ke organisasi profesi. Ini membuat klien melihat bahwa kamu memang bagian dari komunitas profesional. Sertakan juga unggahan tentang kegiatan pengembangan profesi yang kamu ikuti. Misalnya, informasi dan foto tentang pelatihan penerjemahan dan pertemuan dengan rekan sejawat sebagai bagian dari upaya pengembangan keterampilan profesional. Selain bagi klien, informasi semacam ini di profil profesional akan membantu orang lain dalam industri yang sama. Klien pun akan turut merasa terbantu karena dengan membaca informasi tersebut, mereka mengetahui perkembangan industri dari sudut pandang kamu selaku penyedia jasa, yaitu penerjemah dan juru bahasa. Mereka pun mengetahui bahwa kamu selalu berusaha meningkatkan mutu dan keterampilan profesional.

Nah, itulah beberapa hal yang menurut saya harus diperhatikan saat membuat dan mengembangkan profil daring profesional. Saran saya, kalau kamu ingin membuat profil daring khusus untuk tujuan kerja dan memasarkan jasa, buatlah akun terpisah dari akun media sosial pribadi. Jadi, kamu tetap bisa bebas mengunggah hal-hal yang bersifat pribadi tanpa mencampuradukkan dengan hal terkait pekerjaan. Lebih mudah dan efektif, bukan? Tapi, kalau kamu merasa semua hal di atas terlalu berat atau merepotkan, cukup gunakan satu media sosial profesional saja, dan JANGAN memasukkan atau mengunggah hal-hal yang tidak terkait dengan pekerjaan di sana. Pilih media sosial yang memang diperuntukkan bagi kalangan profesional, seperti LinkedIn, Meetup, Xing, Facebook Groups, atau Opportunity.

Kalau kamu ingin mengetahui lebih banyak tips tentang penerjemahan dan produktivitas sebagai pekerja lepas, kamu bisa mendaftarkan alamat surelmu di bawah ini untuk mendapatkannya. Saya menulis tentang pengalaman kerja sebagai penerjemah dan juru bahasa lepas serta tips bekerja secara produktif dan membagikannya melalui nawala (newsletter) bulanan saya 🙂

Sedang menambahkan…
Berhasil! Sekarang kamu terdaftar untuk menerima nawala Desi Mandarini.

Desi is an HPI-certified English to Indonesian translator and conference interpreter. She’s into books, writing, movies, and learning foreign languages. Desi manages a blog and podcast where she writes and shares about her experience as a linguist as well as tips and tricks on productivity and freelancing. Desi is a member of Association of Indonesian Translators (HPI) and Association of Indonesian Conference Interpreters (AICI). Follow her on Instagram, Twitter, Facebook, and LinkedIn.  Questions or comments? Send email to hello@desimandarini.com.


Advertisements

One thought on “Profil Daring Profesional Penerjemah Lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.