Seminar Nasional Industri Bahasa (SNIB) 2018 and One-Day Tour in Padang, West Sumatra

Seminar Nasional Industri Bahasa (SNIB) 2018 and One-Day Tour in Padang, West Sumatra

As a part of my personal and professional development program, I've made a commitment to myself that I have to attend at least two seminars or trainings every year. Well, I've attended four trainings already, so...yay!  🙂 This month, I went to Padang, West Sumatra to attend the third Seminar Nasional Industri Bahasa (SNIB or [...]

Lima Mitos dan Fakta Seputar Profesi Penerjemah & Juru Bahasa

Mitos: Kalau saya bisa berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, saya pasti bisa jadi penerjemah/juru bahasa.Fakta: Tidak semua orang yang menguasai bahasa asing mampu menjadi penerjemah/juru bahasa. Banyak faktor yang menentukan kelayakan seseorang untuk melakukan pekerjaan penerjemahan, seperti penguasaan tata bahasa Indonesia yang baik, pengetahuan luas tentang budaya negara pengguna bahasa asing yang akan diterjemahkan, [...]

Payoneer: Alternatif Baru Menerima Pembayaran Tanpa Biaya

Kali ini saya ingin berbagi informasi tentang beberapa sarana penerimaan dana yang sering digunakan penerjemah atau pekerja lepas lain. Selama perjalanan karier (ehem) saya sebagai penerjemah, saya sudah mengenal dan menggunakan beberapa sarana untuk menerima pembayaran dari klien yang menggunakan jasa saya. Sarana tersebut adalah transfer bank (domestik dan internasional), PayPal, Skrill, Western Union, dan [...]

Bekerja dari Rumah (Curahan Hati Penerjemah Lepas)

Tetangga (T): "Mbak, kerja di mana?" Saya (S): "Di rumah, Bu." T: “Kerjanya apa ya, Mbak?” S: “Penerjemah, Bu.” T: “Ohhh... Kantornya di mana ya?” S: “Tidak ada kantor, Bu. Saya bisa kerja dari rumah atau dari mana saja” (sambil menyunggingkan senyum yang menurut saya paling manis, hihihi) Itu adalah potongan percakapan yang paling sering [...]

Pertemuan Dengan Katsujiro Ueno, Penerjemah dari Jepang

www.katsujiro-ueno.blogspot.jp

Hari Rabu, 4 Juli 2012 lalu saya dan beberapa orang anggota milis Bahtera dan anggota HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia) bertemu di Sukun Cottage, Sanur, Bali. Kami berkumpul dalam rangka bertemu dengan salah seorang penerjemah dari Jepang, Katsujiro Ueno, yang kebetulan sedang bertandang ke Indonesia.

Ini pertama kalinya saya bertemu dengan Ueno-san, dan terus terang saya sangat kagum pada beliau! Dalam usianya yang bisa dibilang tidak muda lagi, beliau sangat enerjik dan bersemangat, penuh energi positif. Saya benar-benar terkesan dengan pertemuan kami tersebut.

Kami makan siang di Ryoshi, sebuah restoran Jepang di daerah Sanur. Suasana pertemuan kami benar-benar akrab dan penuh gelak tawa, itu semua karena Ueno-san sangat ramah. Ada banyak hal yang kami bicarakan, di antaranya mengenai asal mula beliau memulai kecintaan pada bahasa dan negara Indonesia, dan semua hal terkait penerjemahan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia yang sudah beliau lakukan. Tak terasa, waktu kurang lebih 3 jam kami habiskan untuk berdiskusi dan bergelak tawa bersama beliau. Sungguh berkesan.

Oh ya, beliau membawa diary hasil kreasi beliau yang sudah diterbitkan dan mulai dijual untuk umum. Diary ini unik, karena bisa kita gunakan selama 10 tahun! Hebat, bukan?Salah satu rekan penerjemah, Windy (www.translationpapers.com) membeli diary tersebut. Selain itu, Windy juga memenangkan sebuah T-shirt dalam kuis seru yang diadakan oleh Ueno-san. Horeee! Dan yang lebih seru, saya mendapatkan hadiah juga, yaitu sebuah senter bertenaga matahari setelah memenangkan lomba hompimpah dalam basaha Jepang yang dipimpin Ueon-san, hahaha!

Salah satu hal yang paling saya ingat dari semua nasihat dan petuah beliau adalah bahwa kita harus melakukan hal yang kita sukai agar kita bersemangat dala menjalani hidup, serta berbagi dengan orang lain agar hidup kita senantiasa bahagia seiring bertambahnya usia kita.

Bagi yang ingin mengenal lebih jauh tentang Katsujiro Ueno dan mengetahui tentang diary 10 tahun kreasi beliau, silakan klik tautan ke blog beliau berikut ini: http://www.katsujiro-ueno.blogspot.jp.

Berikut beberapa foto dari pertemuan saya dengan Ueno-san dan rekan-rekan Bahter Bali.