Lima Kebiasaan Baik yang Saya Lakukan Agar Hidup Lebih Baik dan Tertata (Five Good Habits that I Keep to Make My Life Better and in Order)

Kebiasaan baik biasanya sulit dipertahankan, tapi kebiasaan buruk sangat mudah tertanam dan susah dihilangkan. Ini terjadi pada semua orang, termasuk saya. Hal utama yang diperlukan untuk menghapus kebiasaan buruk adalah memulai dari yang kecil dulu. Apalagi saya, sebagai pekerja lepas yang bekerja dari rumah dan memiliki jam kerja yang fleksibel, dulu saya juga suka sembrono, akibatnya rumah dan ruang kerja selalu berantakan dan barang-barang terselip tidak pada tempatnya. Kenyamanan saya dalam beraktivitas pun jadi terganggu 😦 Bagaimana menyiasatinya? Saya membiasakan diri melakukan lima hal di bawah ini.

Good habits are hard to maintain, while bad habits die hard. It seems like it goes for almost eevryone, including me. As a freelance who works from home with flexible working hours, I used to be so unorganised. As the result, my house and work station were always in a mess and things were not where they were supposed to be kept.  How to deal with this situation? I do these five things to keep my life in order.

  1. Tidak melakukan beberapa hal secara bersamaan atau multitasking (I don’t multitask)
Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Sebagian orang merasa bangga kalau mereka bisa melakukan beberapa hal bersamaan. “Keren lho, dia udah biasa multitasking, nyuci piring sambil nyetrika!” Hehehe, bukan itu maksud saya. Ada orang yang bisa bekerja sambil menonton televisi atau mendengarkan lagu, seraya sesekali membuka aplikasi email dan membaca pesan yang masuk. Tahukah kamu, itu malah merusak konsentrasi kerja sehingga kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan akhirnya malah membuang banyak waktu. Ketika saya fokus hanya pada satu pekerjaan dan serius mengerjakannya dalam waktu tertentu, pekerjaan itu akan selesai dengan baik karena pikiran dan perhatian saya tidak terbagi-bagi ke banyak hal. Menerjemahkan satu halaman dokumen berbahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dengan fokus penuh tanpa diselingi membaca email atau menyimak berita hasilnya akan lebih baik dan selesai lebih cepat daripada menerjemahkan sambil sesekali berhenti karena ada hal yang menjengkelkan atau lucu yang kita dengar di berita 😉 Tapi ada sebagian orang yang tidak bisa fokus bekerja jika tidak ditemani lagu-lagu favorit. Sah-sah saja sih, selama tidak mengganggu konsentrasi. 

 Most people are proud that they can do several things simultaneously. “Oh wow, she’s a great multitasker, she can even do the dishes while she’s ironing!” Hahaha, of course that’s impossible to do. Some people watch TV or listen to music while they’re working and checking emails or messages. Do you know that it ruins your focus and makes you unproductive? When I focus at only one task within a certain time, I am able to complete the task well because my mind is not everywhere. The result of translating one-page English document to Indonesian without  pausing once in a while to check emails or watch the news on TV will be much better because I’m not distracted while working. Nevertheless, some people find it hard to focus when they don’t have their favorite songs playing in the background. Well, that’s totally OK, as long as it helps you to focus instead of distracting you. 

2. Meletakkan barang kembali pada tempatnya (I put everything back where they belong)

Photo by Pixabay on Pexels.com

Barang sekecil apa pun harus memiliki tempatnya sendiri. Sebisa mungkin, letakkan kembali barang itu ke tempat biasa setelah selesai kita gunakan. Begitu kita memerlukannya lagi, kita tidak akan kebingungan mencari dan kehilangan waktu, lalu merasa kesal. Sepulang dari bekerja di luar rumah atau bepergian, saya selalu membiasakan diri untuk meletakkan kembali tas, dompet, alas kaki, atau kunci kendaraan di tempat semula agar tidak tercecer. Apa pun barang yang saya ambil dan gunakan, saya selalu menaruhnya kembali di tempatnya. Rumah lebih rapi dan hidup pun lebih teratur, setuju?

Even the smallest thing at home have their own designated space. Try to put things back where they are supposed to be kept. When we need them, we won’t waste precious time to look for them and get upset. Whenever I come home from work or travel, I make it a habit to always put my handbag, wallet, shoes, or keys back where they live, so I know where to find them when I need them again. My place is always tidy and it means my life is in order. Don’t you agree? 

3. Membersihkan meja kerja setiap hari (I clean up my work station every day

Photo by Bich Tran on Pexels.com

Setiap selesai bekerja di sore hari, saya selalu merapikan meja dan membersihkannya, lalu menyimpan kamus, pulpen, pengisi daya laptop dan barang-barang lain yang berserakan di meja.  Saya juga menyimpan file pekerjaan hari itu di folder masing-masing dan memeriksa desktop komputer dan menghapus hasil screenshot, file, atau dokumen lain yang sudah tidak akan saya gunakan lagi. Ketika saya akan mulai bekerja esok harinya, meja saya sudah bersih dan siap digunakan kembali tanpa saya harus membereskannya lebih dulu. Begitu membuka laptop, dokumen desktop pun tertata rapi. Ini menghemat waktu dan tenaga, sehingga saya lebih semangat untuk memulai hari dan bekerja dengan produktif. Kalau kamu tidak bekerja dari rumah, kamu bisa melakukan hal yang sama di meja kerjamu di kantor. Rapikan sebelum pulang sehingga keesokan harinya ketika tiba di kantor, mata dan pikiran segar saat melihat meja kerja bersih dan rapi. 

At the end of my working hours, I always make sure that I tidy up my desk. I wipe it clean and put away books, pens, laptop charger or other things scattered on my desk. I also arrange files in my computer and save them in their designated folders, be it screenshots or any documents that I  created or use to work on that day. When I get to my desk the next morning, it’s already clean and organized. My computer desktop is already clear from any random files and folders, and I am ready to start my day and be productive. If you don’t work from home, you can do the same for your work desk in the office. Tidy up your desk before you go home and when you’re back the next morning, you’re all set to work and not bothered by the sight of your messy desk. 

4. Selalu mencatat hal-hal kecil (I take note of every little thing)

Photo by JESHOOTS.com on Pexels.com

Hal-hal kecil biasanya mudah terlupakan. Sekali dua kali masih wajar, tapi ketika ada banyak hal yang terlupakan dan menumpuk, pasti kita merasa kesal dan menggerutu. Agar tidak terus terjadi, saya selalu mencatatnya di buku catatan atau aplikasi pencatat di ponsel. Ketika teh di rumah habis, saya langsung mencatatnya untuk dibeli keesokan hari saat berbelanja. Begitu juga dengan hal kecil lain seperti baterai jam dinding atau sabun pencuci tangan. Hal lain seperti membayar tagihan telepon juga harus selalu dicatat. Jangan sampai kegiatan terganggu hanya karena kita lupa hal-hal kecil. 

We tend to forget tiny details. This can accumulate and stress you out because we need to take  quite a lot of time to complete them, or even simply to recall them. To prevent this, I always jot down little things or details that I need to remember for later in a notebook or a note-taking app on my phone. When I run out of tea bags, I write it down so I will remember to get them when I go shopping the next day. All other small stuffs like replacing batteries for the clock or replenishing hand wash on the sink are usually forgotten. I also take note of when my bills are due, e.g. phone bill. Don’t let small stuffs ruin your day.

5. Memulai hari dengan tugas yang paling sulit dan menguras otak dan tenaga (I start my day by tackling the hardest, most complicated task)

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Saya selalu melakukan pekerjaan berat dan utama seperti menulis blog dan menerjemahkan atau membereskan rumah di akhir minggu di pagi hari. Ketangkasan berpikir dan kebugaran fisik saya cenderung menurun menjelang sore hari. Itu sebabnya, saya lebih suka bangun lebih pagi dari biasanya jika ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan pada hari itu. Dengan begitu, pekerjaan cepat selesai karena saya lebih produktif di pagi hari. Tentu saja setiap orang punya pilihan dan kebiasaan berbeda. Ada yang bisa bekerja lebih cepat dan efektif di malam hari. Eh, sebagian penerjemah lepas pun lebih sering bekerja dan aktif pada malam hari karena klien mereka berada di beahan dunia lain dengan zona waktu yang berbeda 🙂 Sekali lagi, itu bergantung pada diri masing-masing, ya. 

I always tackle the hardest task in the morning, like writing a blog post and doing translation work or tidying up my house on the weekend. Morning is the best time for my body and brain to function and make the best decisions.  I prefer getting up earlier than usual when I have to finish work with a tight deadline. After lunch time, my brain and body slow down and I usually do small admin tasks during the afternoon hours. Some people prefer to work in the evening because that’s when they feel the most productive. Hey, some freelance translators even have to work in the evening  and stay up so late because their clients live on the other part of the world with different time zone 🙂 But again, it all depends on your situation and what you think is best for you. 

Nah, itu semua adalah lima kebiasaan baik yang saya lakukan setiap hari. Masih ada banyak hal baik yang bisa kita lakukan untuk membuat hidup kita lebih mudah dan tertata. Semakin teratur hidup kita, semakin mudah bagi kita untuk menjalaninya dan mengurangi kadar stres yang mungkin melanda. Ada tumpukan baju kotor di pojok kamar yang belum dibereskan sejak minggu lalu? Ayo, bereskan sekarang sebelum lupa atau merasa malas (lagi). Setelah itu, jangan lupa membagikan tulisan ini ke teman atau beri komentar kalau kamu punya kebiasaan baik lainnya yang selalu kamu lakukan 😉

Those are my five good habits. There are certainly many other habits that we can keep doing to make our lives easier and in order. We will feel less stressed if we can put all our daily affairs in order. So, did you just glance at the dirty laundry piled up in the corner of your room since last week? Get up and do something about it now before you (pretend) to forget it again. Don’t forget to share about these habits with others or write in the comment section if you have other good habits that you manage to do everyday 😉

Desi is a certified English – Indonesian translator and conference interpreter. She’s a native Indonesian and her specializations are technology and human resources. She also translates materials pertaining education, aviation security, online language learning, and fisheries. She has performed interpretation in numerous national dan international conferences and events. She’s into books, writing, movies, and learning foreign languages. Desi manages a blog where she writes and shares about her experience as a linguist as well as tips and tricks to to work and maintain career as a translator and interpreter. Desi is a member of Association of Indonesian Translators (HPI) and Association of Indonesian Conference Interpreters (AICI). Follow her on Instagram, Twitter, Facebook, and LinkedIn.  For questions about translation and interpretation services or quotes, send email to hello@desimandarini.com.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.