Pertimbangkan Hal-Hal Ini Sebelum Memutuskan Menjadi Pekerja Lepas

Teman: “Kerja di mana sekarang?”

Saya: “Kerja sendiri aja, dari rumah. Jadi penerjemah lepas.”

Teman: “Wuah, keren lo. Aku pengen deh kerja kayak kamu.

Bagi kamu yang bekerja sebagai penerjemah lepas juga, pasti pernah mengalami percakapan di atas. Pekerja lepas bidang lain juga pasti pernah. Teman-temanmu beranggapan kamu sangat beruntung karena bisa bekerja dari mana saja, kapan saja, sesuka hati. Benarkah begitu?

Benar dan tidak, hehehe. Jangan dikira bekerja lepas itu sesuatu yang sangat menyenangkan tiap harinya. Namanya juga bekerja, ya sama saja seperti mereka yang di dalam gedung perkantoran. Bahkan, ada lebih banyak tantangan dan keruwetan yang memang hanya dialami oleh para pekerja lepas seperti saya 🙂

Jadi, pertimbangkan dan pastikan kamu siap menghadapi hal-hal berikut ini jika kamu ingin mengubah haluan karier menjadi pekerja lepas.

Kamu harus siap bekerja keras. 

Ketika memutuskan bekerja sendiri, jangan dikira saya langsung kebanjiran order dan pundi-pundi dipenuhi rupiah atau dolar. Saya harus memulai dari nol untuk mencari klien, melamar sana-sini, dan memastikan saya punya cukup uang setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari. Sepi order? Sering banget, hahaha. Untuk itulah, kamu harus benar-benar berusaha bekerja dengan baik dan tekun agar tidak kekurangan pekerjaan dan uang setiap bulan. Sudah siap? Kalau sudah, lanjutkan ke hal kedua.

Tidak mengandalkan orang lain untuk memberimu operan proyek atau pekerjaan.

Ada beberapa orang yang sering bertanya ke saya apakah saya kelimpahan pekerjaan dan bisa dibagi ke mereka. Saya hargai usaha mereka, tapi mereka bisa berusaha lebih baik lagi sendiri sebelum putus asa dan mencari jalan mudah untuk memperoleh order. Setuju? Saya tidak keberatan berbagi rezeki, apalagi jika saya memang kebanjiran proyek. Tapi setidaknya berusahalah lebih dulu. Kamu pasti juga berpikiran sama jika kamu yang dimintai order pekerjaan, kan? 

Selalu rajin memperkaya pengetahuan dan keterampilan.

Sudah siap untuk selalu belajar setiap hari? Siap untuk banyak membaca dan menyisihkan waktu, tenaga, dan uang untuk mengikuti pelatihan bidang kerjamu dan acara-acara terkait profesi lainnya? Kalau ya, bagus! Saya pun dulu di awal belajar sendiri dan mencari tahu sendiri tentang bagaimana seharusnya menambah ilmu dan mengasah keterampilan menerjemah. Saya rajin membaca berita terbaru seputar dunia penerjemahan di Indonesia dan dunia. Nah, akhirnya saya menemukan Himpunan Penerjemah Indonesia sebagai organisasi profesi untuk para penerjemah dan juru bahasa. Jadilah saya bergabung di dalamnya dan memperolehalebih banyak pengetahuan dan kawan-kawan baru. Terkadang, ada juga yang merekomendasikan saya ke klien untuk pekerjaan tertentu, bahkan memberi pekerjaan tanpa saya harus meminta. Menyenangkan, bukan? Semua itu tidak bisa diperoleh dalam sekejap. Kuncinya ya tetap melalui usaha dan kerja keras.

Siap bekerja dalam kondisi apa pun.

Saya pernah jatuh sakit ketika trengah mengerjakan proyek terjemahan. Saya pun pernah mendapat pekerjaan yang tenggatnya jatuh pada tengah malam waktu Indonesia. Bahkan saya sering bekerja secara mobile alias di perjalanan Semua itu adalah risiko dari pekerjaan yang saya jalani. Jadi, saya tidak mengeluh, karena apa yang saya peroleh sebagai imbalannya sepadan dengan usaha saya. Dan yang terpenting, saya sangat menikmatinya 🙂 Kalau kamu merasa tidak siap, lebih baik pikirkan dulu masak-masak sebelum berganti profesi. 

Mengurus semua administrasi pekerjaan sendiri.

Jika kamu bekerja di perusahaan atau instansi tertentu, semua urusan administrasi sudah ada yang mengerjakan. Eh, kecuali jika kamu adalah pegawai bagian administrasi, hehehe. Nah, kamu harus siap mengurusi pelaporan dan pembayaran pajak sendiri, lalu pengiriman tagihan ke klien, mencatat pemasukan, mengatur jadwal untuk urusan kerja dan pribadi, bahkan menagih klien yang telat atau lupa membayar tagihanmu (ups, hehehe). Telat mengirim tagihan berarti telat menerima pembayaran, dan ini dapat memengaruhi arus kasmu. Jadi, kamu harus siap mengurus semua tetek-bengek itu sendiri DAN SECARA TEPAT WAKTU. Bukan masalah bagimu? Bagus! Hal terakhir adalah yang di bawah ini. 

Selalu membina hubungan baik dengan rekan sejawat dan klien.

Ini hal terakhir tapi terpenting. Kamu harus selalu memastikan hubunganmu dengan rekan-rekan sejawat dan klien tetap baik. Hindari konflik yang tidak perlu agar reputasi dan nama baikmu tetap terjaga. Ingat, sekali kamu kehilangan nama baik dan kepercayaan dari teman dan klien, akan susah mendapatkannya kembali. Taati juga semua peraturan organisasi profesimu, dan jangan segan membantu rekan yang membutuhkan. 

Nah, bagaimana? Siapkah kamu menjalankan hal-hal yang saya sebutkan di atas? Jika kamu sudah berprofesi sebagai pekerja lepas, selamat! Pertahankan kariermu dengan baik. Apabila kamu baru akan memulai sebagai pekerja lepas, ingatlah selalu semua hal di atas. Saya sudah menjalani semuanya, jadi apa yang saya tuliskan sudah pernah terbukti semua 😉 Siapkan diri, pacu semangat, dan jalani dengan optimisme. 

Salam sukses! 

English-to-Indonesian-certified-translator-and-conference-interpreter-Desi Mandarini

Desi is an HPI-certified English to Indonesian translator and conference interpreter. She’s into books, writing, movies, and learning foreign languages. Desi manages a blog and podcast where she writes and shares about her experience as a linguist as well as tips and tricks on productivity and freelancing. Desi is a member of Association of Indonesian Translators (HPI) and Association of Indonesian Conference Interpreters (AICI). Follow her on Instagram, Twitter, Facebook, and LinkedIn.  Questions or comments? Send email to hello@desimandarini.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.