Apakah Kamu Suka Bangun Pagi?

Ada pepatah yang bilang, “Kalau bangun siang, rezekimu keburu dipatok ayam.” Maksudnya, apa yang seharusnya menjadi rezeki kita malah diambil oleh orang lain.

Apa sih hubungannya dengan saya? Saya gak bisa bangun pagi, karena saya selalu dapat giliran kerja malam. 

Saya gak suka bangun pagi. Males aja. 

Kan saya bukan ayam…

Menurut saya, analogi ayam itu ada hubungannya dengan melakukan semua hal lebih awal, jadi kamu bisa menyelesaikan pekerjaan lebih awal dan semua rencana terselesaikan. Dengan begitu, kamu bisa lebih produktif, dan kalau misalnya proyekmu selesai lebih awal, kamu jadi bisa punya waktu untuk mengambil proyek atau pekerjaan lain. Hasilnya? Tentu saja pendapatanmu lebih banyak, dong 🙂 

Saya sudah membuktikan hal ini. Dulu saya pun tidak bisa dan tidak suka bangun lebih awal. Kalau jarum jam belum menunjuk ke angka sembilan, saya ogah beranjak dari tempat tidur, hehehe. Apalagi, saya bukan pekerja kantoran, jadi tidak masalah mau bangun pukul berapa saja. Tapi lama kelamaan, saya merasa selalu kehabisan waktu. Waktu 24 jam serasa selalu kurang, dan begitu tenggat pekerjaan sudah begitu dekat, saya selalu pontang-panting berusaha memenuhinya. Tahu kan rasanya bagaimana? 

Lalu, suatu hari saya putuskan untuk bangun lebih awal. Kali pertama, saya berusaha bangun pukul 7. Yah, setidaknya masih lebih awal dari pukul 9. Lalu, setelah beberapa hari, saya mulai bangun pukul 6. Dan itu berlanjut hingga saat ini. Apa hasilnya? Saya bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan sebelum waktu menunjukkan pukul 12 siang! Dulu, mana bisa begitu. Sarapan pukul 9 lewat, lalu mengerjakan ini itu dan printilan kecil hingga pukul 11, dan akhirnya baru bisa mulai bekerja pukul 11.30. Otomatis saya juga harus lanjut bekerja hingga larut malam, apalagi ketika ada tenggat. Ujung-ujungnya ya saya tidur lebih larut daaaan bangunnya siang lagi. 

Sungguh tidak produktif, kan? 🙂 Karena itu, manfaatkan dan aturlah waktumu dengan efisien agar tidak terbuang percuma. Waktu yang sudah berlalu tidak bisa kembali. 

Apakah kamu mengalami hal yang sama, atau pernah seperti saya? Bagaimana caramu mengatur waktu secara efisien? Saya ingin tahu pendapatmu atau pengalamanmu sendiri tentang ini. Setuju atau tidak kalau bangun lebih pagi itu lebih baik? Bagikan di bagian komentar kalau kamu punya pendapat lain atau tips serupa. 

Tulisan ini sudah saya terbitkan di nawala (newsletter) saya. Kalau kamu ingin membaca lebih banyak tips dan pengalaman saya lainnya sebagai pekerja lepas yang lebih sering saya bagikan melalui nawala, daftarkan alamat surelmu di sini. Kamu akan langsung menerimanya di kotak masuk surelmu 😉 Jangan khawatir, isinya bukan iklan kok, hehehe. Berlangganan pun gratis alias tanpa membayar.

Salam sukses! 🙂

Desi is an HPI-certified English to Indonesian translator and conference interpreter. She’s into books, writing, movies, and learning foreign languages. Desi manages a blog and podcast where she writes and shares about her experience as a linguist as well as tips and tricks on productivity and freelancing. Desi is a member of Association of Indonesian Translators (HPI) and Association of Indonesian Conference Interpreters (AICI). Follow her on Instagram, Twitter, Facebook, and LinkedIn.  Questions or comments? Send email to hello@desimandarini.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.