Bersyukur itu Perlu

Kali ini, saya tidak menulis tentang hal khusus terkait pengalaman penerjemahan dan penjurubahasaan. Ini hanya sekadar pengingat bagi saya sendiri tentang pentingnya bersyukur.

Ketika dirundung masalah, saya bersyukur karena saya menganggapnya sebagai pengalaman baru. Saya diajari bagaimana menyikapinya dan mengatasinya. Jadi berani. Jadi lebih tegar.

Ketika sedang senang, saya pun bersyukur. Banyak proyek, syukurlah. Tubuh sehat dan segar, syukurlah. Bisa jajan bakso dan gado-gado kesukaan, apalagi!

Bahkan saya menuliskan semua hal yang saya syukuri setiap hari. Ya, SETIAP HARI. Kamu tertawa dan berkata “Ah, buat apa?” Membuat saya lebih bahagia, kok 🙂 Dan sejauh ini, saya belum menemukan kerugian yang diakibatkan oleh rasa syukur yang saya tuliskan setiap hari.

Bagaimana dengan kamu? 🙂

English-to-Indonesian-certified-translator-and-conference-interpreter-Desi Mandarini

Hi, I’m Desi! I’m an HPI-certified English-Indonesian translator and professional conference interpreter. I’m into books, writing, movies, and learning foreign languages. I write on my blog and a creator of podcast “Being A Translator: A Podcast by Desi Mandarini“. I’m a member of Association of Indonesian Translators (HPI) and Association of Indonesian Conference Interpreters (AICI). Follow me on Instagram, Twitter, Facebook, and LinkedIn.  Questions or comments? Send them via email to hello@desimandarini.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.