Seberapa Sering Pekerja Lepas Perlu Mengikuti Pelatihan Pengembangan Profesi.

Apakah kamu seorang penerjemah lepas atau pekerja lepas bidang lain? Menurut kamu, seberapa sering pekerja lepas perlu mengikuti pelatihan atau kegiatan pengembangan profesi?

Menurut saya, semua kembali ke waktu yang kamu miliki dan keterampilan apa yang perlu kamu tingkatkan. Idealnya, dua bulan sekali sudah cukup menurut saya. Jadi, dalam setahun setidaknya kamu sudah mengikuti enam kegiatan, entah itu berupa seminar, pelatihan, lokakarya, atau berkumpul rekan-rekan seprofesi untuk bertukar informasi dan pengetahuan paling mutakhir mengenai bidang kerjamu. Namun jika kamu ingin selalu memperbarui pengetahuan, kamu bisa menjadwalkan keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan profesi sebulan sekali.

Bagi saya, ajang berkumpul bersama rekan-rekan sejawat juga merupakan pengembangan profesi dan bisa sangat bermanfaat. Selain modalnya sedikit (hihihi), suasana pun menyenangkan dan tidak terlalu formal, jadi biasanya akan lebih menarik minat sesama pekerja lepas untuk ikut dan beragih. Ini bisa dilakukan di mana saja, entah di rumah kamu atau rekan lain, di kafe, atau coworking space. Eits, tapi jangan sampai terjebak dalam percakapan yang menjurus ke gosip, ya. Hahaha! Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beragih dan bertukar ilmu sekaligus memperluas jejaring.

Jika kamu memiliki banyak waktu, kamu juga bisa mengikuti kursus atau pelatihan daring (online) yang sekarang dapat dengan mudah ditemukan di Internet. Saya pernah menyebutkan beberapa contohnya di sini. Kelebihannya adalah kamu bisa mengikutinya kapan saja, dari mana saja sesuai keinginan dan jadwalmu. Kamu juga bisa melakukannya sesering mungkin sesukamu.

Nah, kalau saya sih suka mengikuti pelatihan resmi maupun sesi kumpul-kumpul alias nongkrong bersama rekan-rekan penerjemah dan juru bahasa 🙂 Jadi, dalam satu bulan saya bisa saja menghadiri satu pelatihan formal dan dua atau tiga kali bertemu dengan rekan kerja untuk mengobrol tentang pekerjaan dan perkembangan terbaru profesi saya. Tapi ketika sedang sibuk, saya bisa saja hanya menghadiri satu kegiatan dalam dua hingga tiga bulan. Semua bergantung pada jumlah pekerjaan yang saya terima.

Bagaimana dengan kamu? Seberapa sering sih kamu mengikuti kegiatan pengembangan profesi? Apakah kamu memiliki jadwal khusus untuk itu? Kamu lebih suka kegiatan yang formal atau santai? Apa saja manfaat yang kamu peroleh dari kegiatan pengembangan profesi semacam itu?

Salam sukses!

English-to-Indonesian-certified-translator-and-conference-interpreter-Desi Mandarini

Hi, I’m Desi! I’m an HPI-certified English<>Indonesian translator and professional conference interpreter. I’m into books, writing, movies, and learning foreign languages. I write on my blog and produce podcast “Being A Translator: A Podcast by Desi Mandarini“. I’m a member of Association of Indonesian Translators (HPI) and Association of Indonesian Conference Interpreters (AICI). Follow me on Instagram, Twitter, Facebook, and LinkedIn.  Questions or comments? Send me an email to hello@desimandarini.com, or contact me through any of my social media accounts.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.