Buku Pertama yang Saya Baca di 2019 (The First Book I Read in 2019)

Hari ini sudah memasuki hari ke-8 di tahun 2019. Sejauh ini, semua rencana yang sudah saya susun bisa saya laksanakan dengan lancar. Semoga saja semua target saya tahun ini bisa tercapai, ya.

We’ve entered the eighth day in 2019. I can proudly say that so far, some of the plans I’ve made for this year have been completed. Well, here’s hoping that all my goals for this year will be achieved.

Salah satu hal yang saya cantumkan dalam daftar rencana tahun ini adalah daftar buku yang akan saya baca. Saya mencoba mencari buku yang berkaitan dengan teknologi dan perkembangannya karena salah satu tujuan saya adalah mendapatkan lebih banyak pengetahuan di bidang ini agar bisa membangun spesialisasi penerjemahan.

One of my goals for this year is to read more books and I’ve made a list of some that I really want to read. My reading list mainly covers books on technology and its development. I’m planning to specialize in translating materials about technology and get more projects in this field. So, I’ve picked some that I think will help me get to that goal.

Sebelum masuk ke daftar buku, saya ingin berbagi sedikit tentang buku pertama yang saya baca tahun ini. Judulnya “Atomic Habits” dan ditulis oleh James Clear. Dari judulnya saja saya penasaran, apa sih yang dimaksud oleh beliau dengan “habits” yang “atomic” ini? Saya pernah melihat judul buku ini disebutkan di beberapa artikel yang saya baca, tapi tidak begitu tertarik untuk membeli. Lalu, bulan lalu saya melihat lagi foto buku ini yang diunggah oleh Dewi Lestari, penulis buku terkenal. Wah, pikir saya, Mbak Dee baca ini lho, dan ulasannya menarik. Langsung deh saya buka situs web Amazon, tempat saya membeli buku elektronik, daaaan mengeklik “Buy“, hehehe.

Before I get to the reading list, I’d like to share a bit about the first book I read this year. It’s Atomic Habits, a book by James Clear. The title piqued my interest and I saw it mentioned in some articles that I read but I never got too interested to buy it. Last month, I was scrolling through my IG feed and saw a picture of this book posted by Dewi Lestari, a famous author in Indonesia. I was thinking “Wow, she’s read this book and her review is interesting.” I didn’t wait too long to browse Amazon for its ebook version and clicked “Buy” 🙂

Ternyata oh ternyata, saya suka isinya! Setelah selesai membaca buku ini, saya jadi lebih memahami apa sebenarnya “habit” atau kebiasaan. Pak James (supaya terkesan akrab, hehe) membahas cara menciptakan kebiasaan yang lebih baik dari sekadar menulis “to-do list” setiap hari atau membuat resolusi seperti “Makan lebih banyak makanan yang sehat”. Beliau menjelaskan cara membangun kebiasaan secara efektif berdasarkan berbagai disiplin ilmu, seperti biologi, filosofi, dan psikologi. Ini membuat penjelasan beliau akurat tapi tetap mudah dicerna karena dia memberi contoh dari kehidupan nyata. Setiap tahap pembentukan kebiasaan hingga cara mempertahankannya, sampai cara menghilangkan kebiasaan buruk, dibahas secara gamblang oleh beliau. Seperti yang sering saya baca dan saat ini yakini, beliau menyatakan bahwa semua perubahan harus dimulai dari hal kecil. Itulah yang mendasari buku ini. Dalam kamus Oxford English Dictionary, kata atomic memiliki beberapa makna seperti dijelaskan di bawah ini.

It turned out that I made the right decision to buy the book. I loved it! After I’ve finished it, I have a better understanding about habits and how to create better habits in my daily life. It’s more than merely writing down a to-do list everyday, or coming up with a resolution like “Eat more health food”. Clear talked about ways to build good habits effectively and maintain them and he supported his explanation with psychological, biological, and philosophical theories. He managed to present his accounts accurately and at the same time, I could grasp all the ideas because he provided real examples. Habits, according to Clear, can be built and maintained easily. He also detailed clear steps to eliminate bad habits for good. I often read that any changes start with small things. This is the underlying principle of this book. Here’s the definition of “atomic” in the Oxford English Dictionary.

Secara ringkas, kebiasaan baik bisa dibentuk dengan memahami dan menerapkan The Four Laws of Behavior Change (Empat Prinsip Perubahan Perilaku), yaitu dengan membuatnya Obvious (Terlihat), Easy (Mudah), Attractive (Menarik), dan Satisfying (Memuaskan). Sebaliknya, untuk menghapus kebiasaan buruk, kita harus membuatnya Invisible, Unattractive, Difficult, dan Unsatisfying. Lalu, bagaimana cara mempertahankan kebiasaan baik? Beli bukunya dan langsung baca deh, dijamin langsung mendapat wawasan baru dan pencerahan tentang kebiasaan yang kita jalani selama ini :). Gak seru kalau saya jelaskan secara terperinci di sini, nanti bisa-bisa bukunya Pak James gak laku, hihihi 🙂

In summary, Clear describes in his book that good habits can be formed by understanding and implementing The Four Laws of Behavior Change. We have to make the actions Obvious, Easy, Attractive, and Satisfying. If we want to eliminate bad habits, we need to do the opposite. We have to make them Invisible, Unattractive, Difficult, and Unsatisfying. How to maintain good habits, then? Go buy the book and find the answers yourselves 🙂 I’m not going to elaborate further because I’m afraid it would spoil the fun of reading it 🙂

Sudah cukup ya saya bercerita tentang Atomic Habits. Yang jelas, saya merasa semakin optimis bisa mencapai semua, atau setidaknya 80%, dari semua rencana yang saya susun untuk tahun ini dengan menerapkan tips dari Pak James.

I guess that’s the end of my ramble about Atomic Habits. Well, now that I’m completely armed with useful tips from James Clear, I’m more convinced that I can achieve all, or at least 80%, of my goals for this year.

Nah, sekarang kembali ke daftar bacaan saya tahun ini. Ada begitu banyak buku bagus tentang teknologi di luar sana. Tapi setelah membaca ulasan pembaca dan sinopsis beberapa buku, saya memutuskan untuk membaca buku-buku di bawah ini dulu. Saya sengaja memilih buku berbahasa Inggris karena sekaligus ingin menambah “tabungan” kosakata dan mengakrabkan diri dengan istilah-istilah teknologi. Tapi tidak semua buku dalam daftar saya tentang teknologi melulu, lho. Ada beberapa yang membahas tentang produktivitas dan penerjemahan, bahkan kisah fiksi. Yuk, lihat daftarnya di bawah ini.

Let’s go back to my reading list of the year. There are so many great, insightful books out there. However, after reading some reviews and excerpts from the Internet, I made up my mind and compiled a list. I intentionally chose books in English because I want to enrich my vocabulary and terminologies about technology. You can see that I’ve also listed some fiction novels as well as books on productivity and translation course book.

Hm, saya jadi ingin tahu buku apa saja yang ingin atau sudah mulai kamu baca tahun ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.